Wacana Klub Presiden, Tanggapan Sandiaga: Indonesia Butuh Semua Pendapat

Wacana Klub Presiden, Tanggapan Sandiaga: Indonesia Butuh Semua Pendapat
Wacana Klub Presiden, Tanggapan Sandiaga: Indonesia Butuh Semua Pendapat

chatinzone.com –

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno membantah rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk membentuk klub presiden. Menteri Sandiaga mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pandangan dari semua pemangku kepentingan untuk menghadapi berbagai tantangan.

Bacaan Lainnya

“Saya rasa itu adalah ide Prabowo untuk berkonsultasi dengan presiden kelima [Megawati Sokarnoputri], presiden keenam [Susilo Bambang Yudhoyono] dan presiden ketujuh [Joko Widodo].

Kita akan mengalami banyak gejolak geopolitik internasional, termasuk perlambatan ekonomi global. Ide Pak Prabowo adalah ide yang sangat bagus untuk mendapatkan masukan dari Pak SBY, Bu Mega dan Pak Jokowi untuk bersatu,” tambahnya.

Sandiaga, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP, percaya bahwa para presiden Indonesia akan membuka komunikasi untuk kepentingan bangsa.

“Ibu Mega, Pak SBY dan Pak Jokowi juga akan melakukan yang terbaik untuk bangsa. Mereka pasti akan memberikan masukan kepada Pak Prabowo untuk menyikapi dinamika pembangunan Indonesia ke depan,” kata Sandiaga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto berencana untuk membentuk presidential club yang beranggotakan para mantan presiden Indonesia. Rencana tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Prabowo Subianto, Darnil Azhar Simanjuntak.

Menurut Simanjuntak, tujuan dari klub ini adalah agar para mantan presiden dapat bertemu secara rutin untuk membahas isu-isu strategis nasional.

“Pada dasarnya, Pak Prabowo ingin agar para mantan presiden bertemu secara rutin untuk membahas isu-isu strategis bangsa dalam rangka menjaga hubungan persahabatan antarnegara dan menjadi teladan bagi kita semua,” kata Darnil kepada wartawan, Senin (6/5/2024).

Presiden Jokowi sangat mengapresiasi rencana pembentukan klub kepresidenan tersebut. Presiden Jokowi berpendapat bahwa mengadakan pertemuan rutin adalah hal yang baik.

“Ini hal yang baik, kita hanya perlu dua hari sekali,” kata Jokowi, Senin (6/5/2024), usai mengunjungi pameran Perikrindo Electric Vehicle Show (PEVS) di JIExpo Kemayoran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *